TRAINING MASTER PROJECT MANAGEMENT FOR STUDENT

Pelatihan master project manajemen untuk kelas mahasiswa, daftar di 087789061666.

MASTER PROJECT MANAGEMENT FOR STUDENT

Pelatihan Master Project Manajemen Khusus Mahasiswa.

MASTER PROJECT MANAGEMENT FOR PROFESIONAL

Training dan Sertifikasi Internasional MPM untuk Profesional dan para manajer

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Friday, March 24, 2017

PELATIHAN MASTER PROJECT MANAGER UNSWAGATI UNTUK MAHASISWA

Pelatihan Master Project Manager
Lembaga manajemen dan keuangan Unswagati membuka pelatihan Master Project Management utk mahasiswa/i

Untuk Apa Pelatihan MPM ini?
Untuk mempersiapkan dan melengkapi para lulusan dengan Kompetensi Professional Project Manager sehingga siap guna saat lulus dan mendapatkan pengakuan keahlian hal ini diperlukan dalam menghadapi pasar bebas Asean

Apa Yang Dipelajari?
Setiap peserta pelatihan akan mendapatkan 10 area pengetahuan manajemen project diantaranya adalah :

1. Manajemen Ruang Lingkup;
2. Manajemen Waktu;
3. Manajemen Biaya;
4. Manajemen Kualitas;
5. Manajemen Sumber Daya Manusia;
6. Manajemen Pengadaan;
7. Manajemen Komunikasi;
8. Manajemen Resiko;
9. Manajemen Stakeholder
10 Manajemen Integrasi.

Berapa lama masa pelatihan?
Masing masing bab akan menjadi 1 pertemuan jadi total pertemuan 10 kali termasuk Ujian Akhir atau Post Test.

Siapa yang memberikan Pelatihan?
Para tutor yang telah mendapatkan sertifikiasi MPM dan tersertifikasi sebagai Velow member yang di keluarkan oleh American Academi Project Management

Berapa Biaya Pelatihan? 
Khusus untuk mahasiswa dan lulusan Unswagati hanya Rp. 300.000 dan utk mahasiswa lulusan pergurun lain Rp.600.000

Bagaimana saya mendaftar?
Hubungi Bapak Yono Maulana 087789061666 atau bapak Moh Yudi +62 819-1291-6415
Email data ke masyon.unswagati@gmail.com
Nama
Nim
Asal perguruan tinggi
No hp
Email

Kapan batas waktu pembayaran :
Pembayaran harus lunas maksimal di pertemuan ke 5
Dengan memberikan bukti pembayaran rekening om kuitansi
Gelombang ke 1 10 april 2017


Saturday, March 11, 2017

Pilih Standar Manajemen Proyek yang Mana – PMBOK, PRINCE2, ISO 21500?

Telah dibahas sebelumnya bahwa diperlukan suatu standart manajemen proyek untuk membantu mempercepat pengembangan sistem manajemen proyek bagi organisasi yang memberi keuntungan pada pemangkasan biaya investasi yang besar atas kegagalan proyek dan waktu pengembangan yang lama.
Perkembangan demi perkembangan yang terbilang pesat akhirnya melahirkan berbagai standart manajamen proyek oleh beberapa lembaga internasional. Ada tiga standar yang dianggap paling sering digunakan adalah sebagai berikut :

1. PMBOK – Project Management Body of Knowledges
Merupakan standart manajemen proyek yang ditebitkan oleh Project Management Institute dan pertama kali dipublikasikan pada 1987. PMBOK terus dikembangkan secara periodik hingga saat ini menjadi PMBOK 5th edition yang diterbitkan pada 2013.  Standart ini merupakan yang paling luas digunakan di seluruh dunia.
Konten dapat diaplikasikan untuk semua proyek. Dimana terdapat 47 proses dijelaskan yang masing-masing memiliki input, tools & techniques, dan output. Proses-proses tersebut dikelompokkan menjadi 10 area pengetahuan. Proses-proses juga dikelompokkan berdasarkan kelompoknya, yaitu initiation, planning, execution, monitoring – controlling, dan closing.


Interaksi proses manajemen proyek pada PMBOK 5th Edition


2.  PRINCE2 – Project IN Controlled Environments
PRINCE pertama kali dipublikasikan pada 1990 yang fokus pada proyek IT. PRINCE kemudian direvisi untuk manajemen proyek secara umum dan dirilis sebagai PRINCE2 pada 1996 dan secara signifikan diperbaharui pada edisi 2009 dengan rangkaian prinsip, tema, dan proses yang telah terdefinisi.
PRINCE2 (Project IN Controlled Enviroments 2) adalah suatu metode manajemen proyek yang berorientasi pada proses yang dimiliki oleh AXELOS. PRINCE2 merupakan pendekatan manajemen proyek yang paling umum digunakan di Eropa.
PRINCE2 mudah untuk menyesuaikan pada proyek dan lingkungan yang berbeda. Disini terdefinisi kerangka kerja yang jelas dan mudah untuk dipelajari dan diaplikasikan. Merupakan standart yang bersifat terbuka dan penggunaannya tumbuh dengan cepat. Pada beberapa negara, menjadi mandatori / kewajiban untuk sertifikasi PRINCE2 bagi project manager.

Model Proses Pada PRINCE2

3.  ISO 21500 – Guidance on Project Management
Merupakan standart manajemen proyek yang diterbitkan oleh ISO (International Organization for Standardization) dan diinisiasi oleh British Standard Institute pada 2006 yang dirilis pada 2012 sebagai suatu hasil atas usaha bersama 30 negara. Merupakan standart informatif sehingga tidak ada sertifikasi atas standart ini yang berbeda dengan standart lain yang bersifat normatif seperti ISO 9001:2008.
Standart ini mirip dengan PMBOK namun tanpa elemen tools & techniques. Terdapat 40 proses pada sepuluh area pengetahuan dan dikelompokkan atas kelompok proses inisiasi, perencanaan, eksekusi, monitoring dan kontrol, dan penutupan. Secara jelas diketahui bahwa ISO 21500 pada dasarnya hampir sama namun lebih sederhana dibandingkan dengan PMBOK.
Diantara ketiganya, PMBOK dan PRINCE2 yang paling banyak dibahas perbedaan dan keunggulannya masing-masing karena adanya perbedaan yang cukup signifikan diantara keduanya sedemikian dipertanyakan mana yang terbaik untuk diaplikasikan. Perbedaan yang mendasar diantara keduanya adalah sebagai berikut :

Tabel Perbedaan Utama PMBOK dan PRINCE2
PMBOK PRINCE2
Pendekatan Standart Pendekatan Metode
Process based Product based
Terdiri atas lima kelompok proses (Initiating, Planning, Executing, Controlling, Closing) Terdiri atas delapan kelompok proses (Starting up, Directing, Initiating, Planning, Controlling a Stage, Managing Product Delivery, Directing, Closing)
Target pada Project Manager Target pada seluruh tim proyek
Melingkupi keahlian interpersonal Tidak melingkupi keahlian interpersonal
Menjelaskan teknik (descriptive) Mereferensikan teknik (Prescriptive)
Tingkat detail tinggi Tingkat detail lebih rendah
Keragaman konsep dan ide yang tinggi Memberikan ide secara umum (general idea)
Menggunakan terminologi yang advanced dan profesional Menggunakan termonilogi yang sederhana dan konsep yang sederhana
Pada berbagai penelitian, perbedaan antara PMBOK dan PRINCE2 dapat diperkecil. Beberapa menyebutkan bahwa keduanya pada dasarnya tidak untuk diperbandingkan namun untuk saling melengkapi karena kedua memiliki pendekatan dan tujuan yang berbeda sehingga memiliki perbedaan isi.

Referensi : Buku Advance & Effective Project Management – Budi Suanda S.T., M.T., 2016